Cara Mengatasi Dan Mencegah Penyakit arteri perifer

Peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit arteri perifer adalah keadaan di mana aliran darah ke tungkai tersumbat akibat penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri). Dampaknya, tungkai yang kekurangan pasokan darah akan jadi sakit, terutama waktu berjalan.

Cara Mengatasi Dan Mencegah Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer sering kadang tidak menyebabkan tanda-tanda dan berkembang secara perlahan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit arteri perifer mampu memburuk sampai menyebabkan kematian jaringan, dan berisiko untuk diamputasi.

Penyakit ini dipicu oleh berbagai keadaan akibat tipe hidup yang tidak sehat, seperti hipertensi, diabetes,Bandar Bola dan kolesterol tinggi. Oleh dikarenakan itu, cara paling efektif untuk menghindar penyakit arteri perifer adalah menjalankan tipe hidup sehat, yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan teratur berolahraga.

Gejala Penyakit Arteri Perifer
Pada awalannya penderita penyakit arteri perifer tidak mengalami tanda-tanda apapun, atau hanya merasakan tanda-tanda ringan, seperti kram, tungkai jadi berat, kebas, atau nyeri. Nyeri yang dirasakan akan jadi tambah jelek dikala penderita beraktivitas (misalnya berlangsung atau naik tangga), dan akan reda sesudah penderita beristirahat. Kondisi ini disebut terhitung klaudikasio.

Klaudikasio terhadap orang lanjut umur sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai keluhan yang normal akibat penuaan. Segera periksa ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut, terutama jika Anda berusia di atas 50 tahun, perokok, menderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi.

Karena jika dibiarkan, lama-kelamaaan pembuluh darah arteri akan jadi menyempit dan menyebabkan keluhan berupa:

Kaki jadi dingin dan membiru (tampak pucat).
Muncul luka di kaki yang tidak kunjung sembuh.
Kaki menghitam dan membusuk.
Keluhan selanjutnya merupakan isyarat kematian jaringan dan berisiko untuk diamputasi. Kematian jaringan ini mampu meluas jika tidak segera ditangani.

Selain klaudikasio dan kematian jaringan, sebagian tanda-tanda di bawah ini terhitung mampu jadi isyarat adanya penyakit arteri perifer:

Bulu kaki rontok
Otot kaki mengecil
Pertumbuhan kuku kaki yang rapuh dan lambat
Disfungsi ereksi terhadap pria
Penyebab Penyakit Arteri Perifer
Sama halnya dengan penyakit jantung koroner dan stroke, penyakit arteri perifer disebabkan oleh penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Pada penyakit arteri perifer, penumpukan ini berlangsung di pembuluh darah arteri yang memasok darah ke tungkai.

Timbunan lemak mampu menyebabkan arteri menyempit, sehingga aliran darah ke tungkai jadi tersumbat. Proses ini disebut terhitung aterosklerosis, dan mampu berlangsung di bagian tubuh mana pun.

Meskipun jarang terjadi, penyakit arteri perifer terhitung mampu disebabkan oleh peradangan terhadap pembuluh darah arteri dan cedera terhadap tungkai.

Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer
Secara alami, arteri sebetulnya akan mengeras dan menyempit bersamaan pertambahan umur (terutama sesudah umur 50 tahun), tapi sistem ini mampu berlangsung lebih cepat terhadap orang dengan keadaan berikut:

Obesitas
Diabetes
Kebiasaan merokok
Hipertensi
Kolesterol tinggi
Penyakit dengan kadar homosistein tinggi (hyperhomocysteinemia)
Memiliki bagian keluarga yang menderita penyakit arteri perifer, penyakit jantung koroner, atau stroke.
Diagnosis Penyakit Arteri Perifer
Dari tanda-tanda yang dikeluhkan, dokter akan jalankan pengecekan fisik, terutama merasakan denyut nadi di tungkai dan pengecekan ankle-brachial index (ABI). ABI mempunyai tujuan memperbandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan. Tekanan darah yang lebih rendah di pergelangan kaki, mampu berarti penyakit arteri perifer.

Untuk memastikannya, dokter akan menjalankan pengecekan kelanjutan berupa:

USG doppler
USG doppler mampu digunakan untuk lihat keadaan arteri yang tersumbat di tungkai, memanfaatkan fasilitas gelombang suara.
Angiografi
Angiografi ditunaikan dengan menyuntikkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah sebelum akan ditunaikan pengambilan gambar dengan CT scan atau MRI. Tujuannya adalah sehingga deskripsi pembuluh darah terhadap hasil pengecekan jadi lebih mengetahui dan lebih detail.
Tes darah
Dokter akan mengambil alih sampel darah pasien untuk mengukur kadar kolesterol atau gula darah yang mampu menaikkan risiko terjadinya penyakit arteri perifer.
Pengobatan Penyakit Arteri Perifer
Pengobatan penyakit arteri perifer mempunyai tujuan untuk mengatasi gejala, sehingga pasien mampu kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Pengobatan terhitung ditunaikan untuk menghindar perburukan aterosklerosis, sehingga pasien terhindar dari serangan jantung dan stroke.

Pasien akan direkomendasikan untuk berhenti merokok, jalankan olahraga teratur 30 menit sehari (5 hari dalam seminggu), dan memelihara berat badan ideal. Langkah-langkah selanjutnya akan dikombinasikan dengan:

Obat-obatan

Untuk mengatasi penyakit arteri perifer, pasien mampu hanya perlu 1-2 jenis obat di bawah ini, atau harus mengonsumsi semua obat berikut:

Obat untuk kolesterol, jika simvastatin. Obat ini bermanfaat menurunkan kolesterol.
Obat untuk hipertensi, jika obat jenis ACE inhibitor. Obat ini diberikan untuk menurunkan tekanan darah.
Obat untuk diabetes, jika metformin. Obat ini diberikan untuk menurunkan kadar gula darah.
Obat pengencer darah, jika aspirin atau clopidogrel. Obat ini bermanfaat untuk menghindar penumpukan gumpalan darah di pembuluh arteri yang menyempit.
Obat untuk melebarkan pembuluh darah, jika cilostazol atau pentoxifylline. Obat ini mengembalikan aliran darah kembali lancar.
Operasi

Jika obat-obatan tidak efektif dan nyeri sudah terlampau parah, operasi akan ditunaikan untuk memulihkan peredaran darah di kaki. Jenis operasi yang mampu ditunaikan adalah:

Angioplasti
Angioplasti ditunaikan dengan memasukkan balon kecil dengan kateter, untuk melebarkan arteri yang menyempit.
Operasi bypass pembuluh darah
Operasi bypass pembuluh darah ditunaikan dengan mengambil alih pembuluh darah dari bagian tubuh lain, untuk jadi jalur alternatif bagi pembuluh darah yang tersumbat.
Terapi trombolitik
Terapi trombolitik merupakan prosedur penyuntikkan obat pelarut gumpalan darah, segera ke arteri yang menyempit.
Komplikasi Penyakit Arteri Perifer
Kurangnya asupan darah mampu menyebabkan infeksi atau luka di tungkai, terutama di jari kaki yang tidak kunjung sembuh. Kondisi ini mampu memburuk dan menyebabkan kematian jaringan atau gangrene, sehingga harus diamputasi.

Seperti dikatakan sebelumnya, sistem aterosklerosis terhitung mampu berlangsung di pembuluh darah jantung dan otak. Bila dibiarkan, keadaan ini akan menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti stroke atau serangan jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
Cara paling efektif untuk menghindar penyakit arteri perifer adalah menghindar terjadinya aterosklerosis, yakni dengan:

Berhenti merokok.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Berolahraga teratur 30-45 menit per hari, 3-5 hari dalam seminggu.
Menjaga berat badan ideal.
Mengurangi mengonsumsi minuman beralkohol.
Mengikuti wejangan dokter untuk mengatasi diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *