Gejala, Penyebab, Dan Cara Mengatasi Penyakit Erythema Infectiosum

Ada banyak keadaan medis yang bisa mengakibatkan kemunculan ruam merah di pipi, layaknya rosacea dan lupus. Namun terhadap segelintir kasus, ruam pipi bisa disebabkan oleh erythema infectiosum. Erythema infectiosum adalah penyakit menular akibat infeksi parvovirus B19 yang biasanya menyerang anak-anak lebih kurang umur 5-14 tahun. Nama lain berasal dari erythema infectiosum adalah penyakit kelima (fifth disease). Penyakit ini jadi penyebab infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) terhadap anak-anak. Simak konsisten mengenai langkah menghindar dan menyembuhkan erythema infectiosum.

Gejala, Penyebab, Dan Cara Mengatasi Penyakit Erythema Infectiosum

Penularan erythema infectiosum adalah melalui udara
Penyebab penyakit erythema infectiosum adalah parvovirus B19. Virus ini menyebar melalui hawa melalui cipratan air liur dan dahak selagi bersin atau batuk. Parvovirus termasuk bisa menular berasal dari satu orang yang lainnya melalui kontak kulit yang dekat, berulang, dan lama.

Parvovirus 19 bisa bermukim di dalam tubuh di dalam selagi 4 hingga 14 hari sehabis tubuh terinfeksi. Rentang selagi ini disebut dengan inkubasi. Virus bakal cepat menyebar di keramaian daerah orang banyak berkumpul, layaknya sekolah. Orang cederung terpapar virus ini selagi musim pancaroba, yaitu pergantian musim hujan ke musim kemarau.

Apa saja isyarat dan gejala erythema infectiosum?

Gejala erythema infectiosum cenderung ringan, apalagi bisa tidak nampak mirip sekali terhadap lebih dari satu orang. Namun, erythema infectiosum justru paling menular selama era inkubasi (4-14 hari virus berdiam di dalam tubuh sehabis paparan pertama). Maka Anda selamanya mesti mewaspadai gejala yang bisa saja muncul. Biasanya Anda bakal mengalami gejalanya lebih kurang 1 hingga 6 minggu sebelum akan akhirnya benar-benar sembuh.

Gejala awal
Sekitar 10 prosen orang biasanya miliki gejala awal selama 5 hingga 10 hari yang ditandai dengan:

Demam ringan
Kelelahan
Gatal
Sakit perut
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Gejala utama
Saat virus mulai berkembang, gejala lainnya yang bakal nampak yaitu:

Demam yang lebih tinggi berasal dari sebelumnya
Memiliki gejala mirip flu
Hidung berair
Hidung tersumbat
Kelelahan
Sakit tenggorokan
Selain berbagai gejala di atas, lebih dari satu orang bakal merasakan gejala lain layaknya mual, diare, sakit perut, dan nyeri sendi yang biasanya dirasakan oleh orang dewasa. Nyeri sendi terhadap orang dewasa biasanya menyerang tangan, pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Rasa nyeri ini bisa terjadi selama dua minggu hingga lebih berasal dari setahun.

Setelah itu, ruam di pipi bakal nampak di dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap pertama
Ruam merah layaknya berjerawat (papula) yang bakal nampak di pipi. Setelah nampak papula merah sesudah itu di dalam lebih dari satu jam bakal membentuk plak merah, sedikit bengkak, dan mulai hangat. Namun, ruam ini tidak nampak di hidung dan lebih kurang mulut.

Tahap kedua
Setelah empat hari, ruam ini bisa saja bakal nampak di lengan dan termasuk tubuh. Biasanya bentuknya jadi layaknya pola berenda.

Tahap ketiga
Tahap ketiga yaitu ruam berulang. Pada fase ini ruam sebetulnya sudah hilang. Namun, disaat Anda terkena paparan cahaya matahari langsung maka ini perihal bisa memicunya untuk nampak kembali. Biasanya disaat Anda nyaris sembuh, ruam bakal mulai gatal namun tidak mengakibatkan rasa sakit.

Ketika gejala ruam muncul, maka virus ini tidak ulang menular. Maka, Anda selamanya bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa kuatir bakal menularkannya.

Pengobatan untuk erythema infectiosum

Penyakit kelima tidaklah kritis bagi biasanya anak. Sebagian besar kasus erythema infectiosum termasuk tidak butuh perawatan khusus. Pengobatan yang ada cuma untuk kurangi gejalanya. Misalnya untuk demam, flu, dan keluhan nyeri layaknya sakit kepala atau nyeri sendi, Anda bisa mengimbuhkan paracetamol atau ibuprofen. Sementara untuk meredakan gatal ruam kulit, Anda bisa memberikan antihistamin.

Selebihnya, Anda bisa mengkonsumsi banyak cairan dan istirahat yang cukup untuk mempercepat pemulihan. Namun, terkecuali proses kekebalan tubuh konsisten melemah bisa saja dokter menyarankan Anda untuk dirawat di tempat tinggal sakit untuk sesudah itu diberikan antibodi melalui transfusi darah.

Penyakit ini kadang termasuk menghampiri orang dewasa dan bisa benar-benar berbahaya bagi ibu hamil.

Adakah langkah untuk menghindar erythema infectiosum?

Pada dasarnya, tidak ada vaksin atau obat yang bisa menghindar infeksi Parvovirus B19. Namun, Anda bisa kurangi bisa saja untuk terinfeksi atau menginfeksi orang lain dengan cara:

Sering membasuh tangan dengan sabun dan air.
Menutup mulut serta hidung selagi batuk dan bersin.
Tidak menyentuh mata, hidung, dan termasuk mulut selagi tengah sakit.
Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
Bed rest di tempat tinggal selagi tengah sakit.
Selalu memelihara proses kekebalan tubuh sehingga selamanya kuat, dengan langkah makan bergizi, olahraga dan istirahat cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *