Cara Mengatasi Dan Mencegah Penyakit Kanker Rahim

kanker endometrium atau disebut kanker dinding rahim, adalah keliru satu kanker lazim dijumpai pada wanita di bidang ginekologi, tingkat keganasan dan tingginya kejadian penyakit ini, menyebabkan pengobatannya tidak efektif, dan juga gampang menyebar dan kambuh lagi lewat infiltrasi limfatik.Pasang Bola Ketika penyakit kambuh dengan cepat bakal menyebabkan tubuh jadi lemah, dan menyebabkan kematian, agar kerap dikenal sebutan sebagai pembunuh wanita paruh baya.

Cara Mengatasi Dan Mencegah Penyakit Kanker Rahim

Rahim juga organ kelenjar, jaringan limfa getah bening disekitar menyebar luas, oleh dikarenakan itu, pada kala terjadinya penyakit pada rahim dan kanker, sel kanker bakal menyebar lewat getah bening ke kelenjar getah bening disekitar. Pada kala terjadinya kanker endometrium bagian awal, sel kanker telah menyusup ke kelenjar getah bening paling dekat dengan rahim, vagina, ovarium, kandung kemih, rektum, dan kelenjar getah perut lainnya lewat limfatik. Oleh dikarenakan itu, pasien dengan kanker endometrium nyaris seluruhnya tidak mampu tuntas pulih setelah operasi dan gampang kambuh. Bahkan setelah kambuh, kondisi bakal memburuk dengan cepat dan membahayakan nyawa. Saat ini, tambah banyak pakar onkologi yang perlihatkan bahwa konsekuensi benar-benar dari kekambuhan kudu dipertimbangkan secara hati-hati ketika pilih perawatan bedah.

Kanker endometrium juga tidak peka pada radioterapi, dan kala ini radioterapi jarang digunakan secara klinis. Tetapi sangat peka pada suhu. Sejumlah penelitian perlihatkan bahwa, ketika meningkatkan suhu jadi 43 ℃ dan dipelihara selama tiga puluh menit, sel-sel kanker bakal apoptosis dan mati, namun kudu mengfungsikan sebuah peralatan berskala besar – Lightwave RF teknologi termoterapi atau teknologi radio frekuensi gelombang sinar hipertermia, dan tidak seluruh type metode pemanas mampu membunuh sel kanker, hal ini tentu kudu diketahui oleh dokter. Jika dikombinasikan dengan menyuntikkan heat sensitizing agent atau agen termal sensitizer kedalam rongga kanker dan imunostimulan, efeknya bakal lebih baik. Metode ini telah diuji klinis oleh Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan negara-negara maju lainnya, dan sangat mampu meningkatkan efek terapi kanker endometrium, membawa kabar gembira bagi penderita kanker dan masyarakat luas.

Pada usia 55, saya terkena kanker rahim, dan kala itu telah dulu operasi, dan melaksanakan kemoterapi, seluruh proses sangat menderita, selesai penyembuhan tubuh jadi sangat lemah, saya jadi layaknya terjadi lagi dari perjalanan ke neraka. Namun, dikarenakan perawatan dan kasih sayang dari suami dan ke dua anak perempuan saya, saya perlahan-lahan membaik. Saya berpikir bahwa penyakit saya telah pulih keseluruhan dan sangat bahagia.

Namun, setelah kira-kira enam bulan berlalu, suatu hari tiba-tiba sakit perut bagian bawah, perdarahan vagina, bernanah dan berbau, saya langsung bergegas ke rumah sakit untuk memeriksa diri, dan hasilnya kanker Rahim ku kambuh, dan telah menyebar ke rongga perut, dokter mengatakan, kankernya telah sulit disembuhkan dikarenakan telah menyebar, walaupun di operasi atau kemoterapi, telah tidak mampu membantu. Ketika saya putus asa dan sedih, putri sulung saya melihat artikel imunoterapi untuk kanker di Internet, dan kita pun langsung ke Jakarta dan berobat ke Klinik Utama Cahaya Mentari.

Setelah memeriksa kondisi saya secara detail, dokter berkata kepada saya, jangan takut, walaupun operasi dan kemoterapi tidak mampu mengobati lagi, dia bakal mengobati saya dengan metode, banyak pasien kanker telah pulih berkat metode penyembuhan ini. Dan menasehatkan saya jangan khawatir, Kemudian dokter menyuntikkan langsung penambah kekebalan tubuh saya ke perut bagian bawah, kemudian dikerjakan terapi penyembuhan dengan alat besar dan menyuruh saya berbaring diatas alat tersebut, kira-kira tiga puluh menit kemudian, rasa sakit menyusut banyak, setelah penyembuhan selama dua minggu, rasa sakit pun hilang, perdarahan vagina berhenti. Setelah tiga bulan berturut-turut diterapi, saya sembuh. Dan saat ini saya berusia 60 tahun. Setiap th. saya memeriksa diri, dan sangat sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *