Penyebab Gangguan Mental

Penyebab Gangguan Mental

Belum diketahui secara pasti apa penyebab problem mental. Namun, situasi ini diketahui mengenai bersama dengan aspek biologis dan psikologis, sebagaimana dapat diuraikan di bawah ini:

Faktor biologis (atau disebut problem mental organik)
Gangguan terhadap manfaat sel saraf di otak.
Infeksi, apabila akibat bakteri Streptococcus.
Kelainan bawaan atau cedera terhadap otak.
Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.
Kekurangan oksigen terhadap otak bayi kala proses persalinan.
Memiliki orang tua atau keluarga penderita problem mental.
Penyalahgunaan NAPZA di dalam jangka panjang.
Kekurangan nutrisi.
Faktor psikologis
Peristiwa traumatik, layaknya kekerasan dan pelecehan seksual.
Kehilangan orang tua atau disia-siakan di jaman kecil.
Kurang mampu bergaul bersama dengan orang lain.
Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.
Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.
Diagnosis Gangguan Mental
Untuk memilih type problem mental yang diderita pasien, psikiater dapat laksanakan kontrol medis kejiwaan bersama dengan mewawancarai pasien atau keluarganya. Pertanyaan yang dapat diajukan meliputi:

Gejala yang dialami, termasuk sejak kapan tanda-tanda terlihat dan dampaknya terhadap kesibukan sehari-hari.
Riwayat penyakit mental terhadap pasien dan keluarganya.
Peristiwa yang dialami pasien di jaman selanjutnya yang menyebabkan trauma.
Obat-obatan dan suplemen yang dulu atau tengah dikonsumsi.
Guna menghalau kemungkinan adanya penyakit lain, dokter dapat laksanakan kontrol fisik dan kontrol penunjang. Salah satu kontrol penunjang yang ditunaikan adalah tes darah.

Melalui tes darah, dokter mampu jelas apakah tanda-tanda terhadap pasien disebabkan oleh problem tiroid, kecanduan alkohol, atau penyalahgunaan NAPZA.

Contoh Gangguan Mental
Setelah laksanakan sejumlah pemeriksaan, dokter mampu memilih type problem mental yang dialami pasien. Dari sekian banyak type problem mental, lebih dari satu yang paling kerap berlangsung adalah:

1. Depresi
Depresi merupakan problem situasi hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih. Berbeda bersama dengan kesedihan biasa yang berlangsung selama lebih dari satu hari, perasaan sedih terhadap depresi mampu berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

2. Skizofrenia
Skizofrenia adalah problem mental yang mengundang keluhan halusinasi, delusi, serta kekacauan berpikir dan berperilaku. Skizofrenia menyebabkan penderitanya tidak mampu membedakan pada kenyataan bersama dengan pikirannya sendiri.

3. Gangguan kecemasan
Gangguan kecemasan merupakan problem mental yang menyebabkan penderitanya merasa khawatir dan was-was secara berlebihan dan konsisten menerus di dalam merintis kesibukan sehari-hari. Penderita problem kecemasan mampu mengalami serangan panik yang berlangsung lama dan sukar dikendalikan.

4. Gangguan bipolar
Gangguan bipolar adalah type problem mental yang ditandai bersama dengan pergantian situasi hati. Penderita problem bipolar mampu merasa terlalu sedih dan putus asa di dalam periode tertentu, kemudian menjadi terlalu suka di dalam periode yang lain.

5. Gangguan tidur
Gangguan tidur merupakan pergantian terhadap pola tidur yang hingga mengganggu kebugaran dan kualitas hidup penderitanya. Beberapa contoh problem tidur adalah sukar tidur (insomnia) dan terlalu mudah tertidur (narkolepsi).

Pengobatan Gangguan Mental
Pengobatan problem mental terkait terhadap type problem yang dialami dan tingkat keparahannya. Selain terapi perilaku kognitif dan pemberian obat, dokter termasuk dapat menyarankan pasien merintis tipe hidup yang sehat.

Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif adalah type psikoterapi yang punya tujuan membuat perubahan pola pikir dan respons pasien, dari negatif menjadi positif. Terapi ini menjadi pilihan utama untuk menanggulangi problem mental, layaknya depresi, skizofrenia, problem kecemasan, problem bipolar, dan problem tidur.

Pada banyak kasus, dokter dapat mengombinasikan terapi perilaku kognitif dan obat-obatan, supaya pengobatan menjadi lebih efektif.

Obat-obatan
Untuk meredakan tanda-tanda yang dialami penderita dan tingkatkan efektifitas psikoterapi, dokter mampu meresepkan sejumlah obat berikut:

Antidepresan, apabila fluoxetine
Antipsikotik, layaknya aripiprazole.
Pereda cemas, apabila alprazolam.
Mood stabilizer, layaknya lithium.
Perubahan tipe hidup
Menjalani tipe hidup sehat mampu melakukan perbaikan kualitas tidur penderita problem mental yang termasuk mengalami problem tidur, khususnya apabila dikombinasikan bersama dengan metode pengobatan di atas. Beberapa langkah yang mampu ditunaikan adalah:

Mengurangi asupan gula di dalam makanan.
Memperbanyak makan buah dan sayur.
Membatasi konsumsi minuman berkafein.
Berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
Mengelola stres bersama dengan baik.
Melakukan olahraga secara rutin.
Makan cemilan bersama dengan sedikit karbohidrat sebelum saat tidur.
Tidur dan bangun di jam yang serupa tiap tiap hari.
Jika mengalami problem mental yang cukup parah, penderita mesti merintis perawatan di rumah sakit jiwa. Demikian termasuk jikalau penderita tidak mampu merintis perawatan berdiri sendiri atau hingga laksanakan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *