Yang Dilakukan Dokter Saat Otopsi Jenazah

Tidak jarang kami memandang para dokter dan pakar forensik mengerjakan prosedur autopsi di televisi atau film. Namun sayangnya, dari banyak acara tersebut, lebih dari satu besar tidak pas didalam melukiskan proses autopsi mayat itu sendiri.

Meski lebih dari satu besar autopsi ditunaikan dikarenakan terdapatnya hal yang tidak lazim pada kematian seseorang. Namun sebenarnya, alasan dilakukannya prosedur ini lebih luas dan tidak terbatas pada korban kekerasan atau kejahatan. Lebih jelas, selanjutnya ini fakta seputar autopsi mayat yang wajib diketahui.
Sebenarnya, apa itu autopsi?

Dalam bahasa ilmiah, autopsi disebut sebagai kontrol postmortem atau necropsy. Autopsi adalah kontrol tubuh orang yang udah meninggal atau mayat, untuk memastikan penyebab kematian, memandang tingkat keparahan penyakit yang diderita, dan mengerti hasil penyembuhan atau pembedahan yang udah dilakukan.

Autopsi ditunaikan oleh dokter spesialis forensik. Kata ini berasal dari bahasa yunani kuno, Autopsia, yang berarti untuk memandang sesuatu menggunakan mata kepala sendiri.
Kapan autopsi wajib dilakukan?

Tentu tidak semua orang yang udah meninggal wajib diautopsi. Berikut ini, kondisi-kondisi yang memerlukan proses autopsi.

Kematian berlangsung secara mendadak dan mencurigakan
Kematian dikira disebabkan dikarenakan ulah orang lain
Jasad merupakan korban pembunuhan, bunuh diri, atau korban kecelakaan tertentu
Kematian disebabkan oleh penyakit menular yang timbul sebagai dampak cedera atau sehabis prosedur operasi
Kematian yang berlangsung di didalam sel tahanan
Bayi yang meninggal mendadak tanpa dikarenakan jelas

Selain faktor-faktor di atas, prosedur autopsi pun sanggup ditunaikan untuk keperluan penelitian dunia kedokteran.
Selain kondisi-kondisi di atas, tetap tersedia lebih dari satu alasan lain yang membuat jenazah wajib lewat proses autopsi.

Namun, ketentuan untuk menempuh proses autopsi terkait dari pihak dokter, keluarga, ataupun pihak-pihak lain yang terlibat bersama dengan perihal atau bersama dengan orang yang meninggal.
Prosedur autopsi mayat

Secara umum, tersedia dua style kontrol yang ditunaikan saat proses atuopsi, yakni kontrol eksternal dan kontrol internal.
1. Pemeriksaan eksternal pada prosedur autopsi

Proses autopsi di mulai dari kontrol anggota tubuh secara utuh dan teliti. Pada kontrol eksternal, pembedahan tubuh jenazah belum ditunaikan dan akan ditunaikan lebih dari satu kontrol seperti:

Menimbang berat jenazah
Memeriksa hal-hal yang menempel pada baju atau tubuh jenazah
Pemeriksaan ciri khas fisik, layaknya warna mata, warna rambut, atau style kelamin
Membuka baju jenazah, untuk memandang partikel maupun hal yang terdapat tubuh jenazah, layaknya bubuk mesiu, rontokan cat tembok, tato, atau luka maupun cedera yang dialami. Proses ini ditunaikan sehabis kontrol baju selesai.
Pemeriksaan rontgen untuk memandang kondisi tulang jenazah, lokasi peluru kecuali disebabkan oleh luka tembak, atau benda lain yang barangkali tersedia di didalam tubuh, kecuali diperlukan
Pemeriksaan menggunakan sinar ultraviolet untuk mendeteksi sisa-sisa bahan meragukan yang tetap menempel di tubuh
Pengambilan sampel rambut dan kuku untuk kontrol DNA

Selama autopsi berlangsung, dokter yang memeriksa akan mencatat semua yang tersedia di tubuh jenazah dan merekamnya untuk sekaligus membuat catatan suara.
2. Pemeriksaan internal pada prosedur autopsi

Jika diperlukan, dokter akan melaksanakan autopsi lengkap bersama dengan membedah tubuh jenazah, merasa dari tempat dada, perut, tempat pinggul atau perut bawah, hingga otak. Karena pembedahan ditunaikan pada jenazah, tidak banyak darah yang mengalir saat prosedur berlangsung. Sebab, jantung udah tidak memompa darah lagi.

Untuk sanggup memeriksa organ dalam, dokter juga akan memotong tulang rusuk jenazah untuk mengakses akses. Organ didalam yang dinilai butuh kontrol lebih lanjut, akan dilepas dari lokasinya dan ditimbang, serta dilihat secara lebih detail.

Organ didalam tubuh, terlebih otak, biasanya wajib direndam terlebih dahulu di didalam formalin sepanjang lebih dari satu hari atau minggu. Hal ini ditunaikan bersama dengan target untuk membuat organ selanjutnya menjadi lebih padat dan mudah untuk diiris secara lebih presisi.

Bila diperlukan, lebih dari satu organ juga akan di cek di laboratorium. Selain organ, kontrol urine, darah, hingga cairan mata juga sanggup dilakukan, terkait dari target otopsi.

Setelah selesai autopsi, ini langkah yang ditunaikan tim medis

Setelah autopsi selesai dilakukan, organ tubuh yang udah dikeluarkan sanggup lagi ditempatkan di didalam tubuh jenazah dan dijahit. Kecuali organ yang sebetulnya sengaja diawetkan untuk keperluan kontrol lanjutan.

Jenazah sanggup lagi dikuburkan atau dikremasi, sesuai bersama dengan keinginan keluarga atau kerabat terdekat. Laporan mengenai hasil autopsi akan diberikan kepada tim dokter atau pihak berwajib layaknya kepolisian, yang sedang melaksanakan penyelidikan suatu kasus.

Proses autopsi hanya sanggup ditunaikan oleh dokter spesialis forensik. Untuk meraih hasil kontrol ini, biasanya diperlukan saat yang tidak sebentar. Sehingga, sepanjang kontrol tetap diperlukan, jenazah akan disimpan di ruangan spesifik di tempat tinggal sakit.

Keluarga berhak menyetujui atau menolak dilakukannya autopsi pada jenazah bersama dengan dasar-dasar tertentu. Rekomendasi autopsi, sanggup diajukan oleh dokter, polisi, atau pihak keluarga jenazah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *