8 Kesalahan Umum yang Membuat Anda Gagal Atasi Insomnia

8 Kesalahan Umum yang Membuat Anda Gagal Atasi Insomnia

Pandemi sudah memicu lonjakan kasus sulit tidur ‘coronasomnia’. Sayang, banyak orang keliru dalam mengatasi kasus tidur. Berikut sebagian kekeliruan umum yang dijalankan dalam memerangi coronasomnia.
BandarBolalive
Coronasomnia merupakan kasus sulit tidur sepanjang pandemi. Masalah ini muncul saat seseorang terlampau merisaukan suasana suasana serba tak pasti yang berjalan saat ini.

Sudah bukan rahasia umum. Selain berpengaruh terhadap kesegaran fisik, pandemi termasuk berkontribusi terhadap peningkatan kasus mental di dunia.

“Anda tidak sendiri, pandemi memicu tidur jadi lebih sulit bagi sebagian besar penduduk di dunia,” ujar spesialis tidur, dr Raj Dasgupta berasal dari Keck School of Medicine, University of Southern, California, Amerika Serikat, melansir CNN.

World Sleep Society apalagi mencatat kasus tidur sebagai kasus world yang mengancam kesegaran dan kualitas hidup sebanyak 45 % populasi di dunia.

Untuk mengatasi kasus tersebut, banyak orang beralih ke kegiatan spesifik untuk mengalihkan perhatian berasal dari kegelisahan terhadap pandemi. Namun, sayangnya langkah selanjutnya jadi menahan kapabilitas untuk tertidur.

Berikut adalah 10 kekeliruan umum untuk mengatasi kasus tidur yang mesti Anda ketahui.

1. Terlalu banyak bermain gawai

Ini adalah normalitas buruk yang tak sanggup tidak diterima siapa pun. Kebiasaan mengintip unggahan terakhir berasal dari rekan di tempat sosial memicu mata justru tertuju terhadap sinar biru yang sanggup mengganggu tidur.

“Cahaya terang berasal dari TV, komputer, dan ponsel pandai sanggup memengaruhi pola tidur Anda dan memicu Anda senantiasa berhati-hati saat Anda harusnya mengantuk,” ujar Dasgupta.

Cahaya biru menekan takaran melatonin dalam tubuh yang disekresikan dalam ritme sirkadian 24 jam tiap-tiap hari. Melatonin sendiri dikenal sebagai hormon tidur.

Hindari pemakaian komputer, ponsel, dan laptop setidaknya 1-2 jam sebelum akan tidur.

2. Menekan tombol ‘snooze’

Banyak orang mengandalkan alarm untuk terbangun di pagi hari. Namun, saat alarm berbunyi, yang ditekan adalah tombol ‘snooze’. Padahal, langkah ini memicu seseorang tak sanggup terbangun sepenuhnya.

Secara ilmiah, tidur terdiri berasal dari sebagian fase. Saat Anda mendekati akhir tidur, maka Anda mendekati siklus akhir berasal dari fase REM atau rapid eye movement.

“Menekan tombol ‘snooze’ dalam fase ini dapat memicu Anda lagi tidur,” ujar ahli tidur, Rebecca Robbins. Tidur yang ke dua ini tak miliki kualitas yang baik.

Pasalnya, saat alarm berbunyi lagi sebagian menit kemudian, Anda dapat berada di fase tengah tidur, bukan akhir. Artinya, Anda sebenarnya belum siap untuk tertidur. Anda dapat merasa pusing saat terbangun.

“Itu memicu tidur malam yang buruk nantinya,” ujar Robbins.

Untuk mengatasinya, Robbins memberi saran Anda untuk menaruh alarm di segi lain ruangan. Dengan begitu, Anda mesti terbangun berasal dari area tidur untuk mematikannya.

3. Sering tidur siang

Tidur siang sebenarnya jadi langkah yang tepat untuk lagi isi kekuatan di siang hari. Namun, World Sleep Society memberi saran Anda untuk tidur siang tidak lebih berasal dari 45 menit.

Tidur siang yang lama sanggup mengganggu jam sirkadian tubuh yang memicu Anda lebih sulit untuk tidur di malam hari.

Para ahli sepakat, tidur siang kurang lebih 15-20 menit masih sanggup ditoleransi untuk meningkatkan energi. Namun, coba lah melakukannya lebih awal pada pukul 12-2 siang.

Simak kekeliruan dalam mengatasi insomnia lainnya di halaman berikut.

4. Tetap berada di kasur saat sulit tidur

Anda tak direkomendasi untuk senantiasa berada di kasur saat merasa sulit untuk tertidur di malam hari.
“Jika kami senantiasa di area tidur, kami dapat merasa mengasosiasikan area tidur dengan insomnia,” ujar Robbins.

Jika tak sanggup tidur sesudah 20 menit, bangun-lah dan cari area lain dengan sinar redup selanjutnya laksanakan sesuatu yang menenangkan sampai Anda lagi mengantuk.

5. Mengecek jam

Saat mengalami insomnia, Anda sebenarnya tidak direkomendasi untuk mengecek jam. Cara ini memicu sistem lagi tertidur jadi lebih sulit. Melihat saat cuma dapat memicu Anda bersemangat kembali.

6. Konsumsi minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol sebenarnya memicu seseorang mengantuk. Tapi, alkohol tak dapat memicu tidur jadi nyenyak.

Tubuh perlu saat untuk memetabolisme alkohol. Proses ini dapat membentuk asetaldehida yang sanggup mengganggu tidur.

7. Berolahraga terhadap saat yang salah

Lakukan olahraga secara teratur untuk memperoleh kualitas tidur yang baik.

Selain itu, para peneliti di World Sleep Society termasuk memberi saran untuk menghindari olahraga sebelum akan tidur. Pasalnya, olahraga kerap memanaskan suhu inti tubuh yang memberi tanda bahwa ini-lah saatnya untuk bangun.

Kendati demikian, Anda sanggup laksanakan kegiatan fisik layaknya yoga, tai chi, dan peregangan enteng yang sanggup menolong relaksasi.

8. Kurangnya ‘sleep hygiene’

‘Sleep hygiene’ adalah makna yang digunakan para ahli tidur mengenai melatih otak untuk tertidur. Untuk mengasahnya, Anda sanggup laksanakan sebagian rutinitas.

Anda sanggup mengatur ritual sebelum akan tidur layaknya mandi air hangat, membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, laksanakan yoga, meditasi atau latihan pernapasan. Cara-cara ini melatih otak untuk bersantai.

Upayakan termasuk suhu ruang yang lebih dingin. Pastikan area tidur dan bantal merasa nyaman dengan suhu ruang yang diupayakan berkisar pada 15-19 derajat Celcius.

Kunjungi Juga : Info Kesehatan

Hindari pula mengkonsumsi stimulan layaknya rokok, kopi, teh hitam atau hijau, dan soda. Makanan pedas termasuk sanggup menganggu perut. Teh chamomile adalah yang terbaik untuk memicu perasaan rileks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *