Kala pendakian dicoba sangat kilat, badan tidak mempunyai durasi yang lumayan buat menyesuaikan diri dengan titik berat hawa serta rendahnya kandungan zat asam yang terdapat di ketinggian. Perihal itu menimbulkan terbentuknya kebocoran larutan pada pembuluh darah kapiler. Larutan ini hendak menabur ke otak, alat pernapasan, serta bagian badan lain, menumpuk, sampai kesimpulannya menimbulkan tanda- tanda penyakit ketinggian. Acetazolamide bertugas dengan metode kurangi penimbunan larutan itu.

Tidak hanya itu, acetazolamide bisa digabungkan dengan obat yang lain buat menanggulangi penyakit glaukoma serta mengendalikan tegang pada ayan.

Peringatan:

  • Hati- hati memakai acetazolamide apabila sempat ataupun lagi hadapi hipokalemia, hiponatremia, asidosis, kendala batin, kendala ginjal, sirosis, penyakit paru obstruktif parah, emfisema, serta diabet.
  • Kasih ketahui dokter bila lagi komsumsi obat- obatan lain, paling utama antibiotik sulfonamida serta aspirin.
  • Pemakaian acetazolemide pada penderita lanjut umur wajib dengan imbauan serta pengawasan dokter.
  • Jauhi mengemudi ataupun melaksanakan mesin sepanjang menempuh penyembuhan dengan acetazolamide, sebab obat ini bisa menimbulkan kantuk.
  • Obat ini bisa merendahkan kandungan potasium dalam badan. Sepanjang menempuh penyembuhan, memperbanyak komsumsi santapan ataupun minuman yang banyak memiliki potasium, semacam pisang ataupun juice sitrus.

Bila terjalin respon alergi ataupun overdosis sehabis komsumsi acetazolamide, lekas temui dokter.

Takaran Acetazolamide

Takaran Acetazolamide berbeda- beda buat tiap penderita. Selanjutnya ini merupakan takaran biasa pemakaian Acetazolamide buat sebagian situasi:

Menghindari serta menyurutkan pertanda penyakit ketinggian

Berusia: 500- 1000 miligram per hari, yang dipecah jadi sebagian agenda mengkonsumsi. Direkomendasikan buat diminum 1- 2 hari saat sebelum pendakian. Bila dibutuhkan, bisa dilanjutkan sepanjang 2 hari dikala terletak di lapangan besar.

Ayan serta glaukoma

Berusia: 250- 1000 miligram per hari, yang dipecah jadi sebagian agenda mengkonsumsi. Bisa diminum bagaikan obat tunggal ataupun digabungkan dengan obat lain.

Anak di atas 12 tahun: 8- 30 miligram atau kgBB, dalam takaran yang dipecah jadi sebagian agenda mengkonsumsi. Takaran maksimum merupakan 750 miligram per hari.

Diuresis

Berusia: 230- 375 miligram, sekali satu hari.

Komsumsi Acetazolamide dengan Benar

Dalam komsumsi acetazolamide, simak imbauan dokter serta baca petunjuk yang tercetak pada bungkusan obat.

Acetazolamide bisa disantap saat sebelum ataupun sehabis makan.

Yakinkan buat komsumsi acetazolamide pada durasi yang serupa tiap harinya, supaya hasil penyembuhan maksimum. Untuk penderita yang kurang ingat komsumsi acetazolamide, dianjurkan buat lekas melaksanakannya sedemikian itu ingat, bila agenda mengkonsumsi selanjutnya tidak sangat dekat. Bila telah dekat, abaikan serta janganlah melipatgandakan takaran.

Lekas temui dokter bila pertanda tidak menyambangi pulih.

Interaksi Obat

Selanjutnya ini merupakan interaksi yang bisa terjalin bila memakai acetazolemide dengan obat lain:

  • Tingkatkan kandungan phenytoin dalam darah serta resiko osteomalacia.
  • Berpotensi tingkatkan dampak sisi obat antifolat, semacam pyrimethamine.
  • Bisa kurangi daya guna lithium.
  • Tingkatkan resiko batu ginjal, bila disantap dengan sodium bikarbonat.
  • Tingkatkan kandungan obat ciclosporin dalam darah.
  • Tingkatkan resiko anoreksia, asidosis, koma, ataupun kematian, bila disantap dengan aspirin takaran besar.

Kenali Dampak Sisi serta Ancaman Acetazolamide

Dampak sisi yang bisa jadi mencuat sehabis komsumsi acetazolamide merupakan:

  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Anoreksia
  • Kejang
  • Kesemutan
  • Sensitif kepada cahaya matahari
  • Lemas
  • Kelumpuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *