Penyakit alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit ataupun kendala neurologis yang terjalin dampak kematian sel- sel otak ataupun dapat diucap neurodegeneratif. Penyakit ini bisa menimbulkan kehabisan ingatan sampai penyusutan guna kognitif.

Pengidap penyakit ini hendak mempunyai sel saraf pada otak yang lebih sedikit dari orang segar yang lain.

Bedah mayat sudah membuktikan kalau jaringan saraf di otak seseorang pengidap alzheimer ditemui beberapa plak yang menumpuk. Plak ini dibuat dari protein yang diketahui bagaikan beta- amiloid.

Aspek penyebab

Aspek yang jadi pemicu tentu dari penyakit ini belum dikenal. Tetapi amat bisa jadi kalau campuran dari aspek genetik, style hidup, serta area memiliki partisipasi atas bertumbuhnya penyakit ini dalam badan.

Di sisi itu, periset pula berspekulasi perihal selanjutnya bagaikan pemicu penyakit ini:

bertambahnya usia

mempunyai riwayat penyakit itu dalam keluarga

tekanan mental yang tidak diatasi( tekanan mental pula dapat jadi salah satu pertanda penyakit)

aspek style hidup serta situasi yang terpaut dengan penyakit kardiovaskular

penimbunan protein yang tidak wajar di dalam serta di dekat sel- sel otak.

Para periset berspekulasi kalau penyakit ini bisa berasal semenjak bertahun- tahun saat sebelum indikasinya timbul. Kala sel- sel otak hadapi kendala, bermacam zona otak yang lain pula terbawa- bawa.

Seperti itu kenapa pengidap penyakit ini hendak mengeluhkan kendala pandangan ataupun bahasa, saat sebelum timbul kendala ingatan.

Golongan yang rentan terserang alzheimer

Penyakit ini sangat kerap terjalin pada orang berumur di atas 65 tahun. Paling tidak ditemui 1 dari 14 orang di atas umur 65 serta 1 di tiap 6 orang di atas umur 80 mengidap alzheimer ataupun kendala ingatan yang lain.

Walaupun sedemikian itu, ditemui pula kalau 1 dari tiap 20 permasalahan penyakit alzheimer melanda orang berumur 40 sampai 65 tahun. Situasi ini diucap dengan Young Onset Alzheimer’ s Disease( YOAD).

Gimana indikasinya?

Pertanda dari penyakit yang satu ini tidak hendak langsung timbul berbarengan. Pengidap penyakit ini hendak hadapi pertanda yang bertumbuh dengan cara berangsur- angsur serta dapat terjalin dalam kurun durasi bulanan sampai tahunan.

Pertanda penyakit ini bisa dipecah ke dalam 3 jenjang bagaikan selanjutnya:

1. Langkah ringan

Di dini kedatangan penyakit ini, pertanda penting yang terjalin merupakan penyimpangan ingatan.

Alhasil pengidapnya bisa hadapi perihal semacam selanjutnya:

  • Kesusahan ucapan serta menguasai informasi
  • Mengajukan persoalan berulang- ulang
  • Jadi kurang fleksibel
  • Salah dalam menaruh barang
  • Kerap lupa
  • Pergantian atmosfer hati
  • Kehabisan tenaga serta spontanitas
  • Susah menekuni keadaan baru
  • Sedang dapat melaksanakan aktivitas wajar namun memerlukan didampingi.

2. Langkah sedang

Bersamaan bertumbuhnya penyakit ini, kendala pada ingatan seorang hendak meningkat kurang baik, perihal ini diisyarati dengan:

  • Tidak mengidentifikasi wajah yang sempat diketahui tadinya semacam keluarga serta teman
  • Kesusahan menguasai hari, durasi, serta lokasi
  • Kesusahan mengukur sesuatu
  • Mengenang era kemudian, tetapi susah mengenang yang terjalin dikala ini
  • Susah berdialog serta kehabisan kata- kata
  • Sikap gandrung, kesekian ataupun impulsif
  • Frustrasi ataupun gelisah
  • Memandang ataupun mengikuti keadaan yang tidak dicoba orang lain( bayang- bayang).

Pada langkah ini, pengidap alzheimer mulai dilumpuhkan oleh penyakitnya. Alhasil mereka hendak menginginkan sokongan buat menolong mereka dengan kehidupan tiap hari. Misalnya, butuh dorongan makan, minum, berpakaian serta memakai kamar kecil.

3. Langkah parah

Pada langkah berikutnya, pertanda yang ditimbulkan penyakit alzheimer hendak terus menjadi akut serta bisa menyusahkan orang dengan situasi itu. Tercantum penjaga, sahabat serta keluarga mereka.

Sering- kali orang dengan penyakit ini dapat berlagak beringas, menuntut serta berprasangka kepada banyak orang di dekat. Mereka pula terus menjadi kerap berhalusinasi. Beberapa pertanda lain pula hendak timbul mendampingi pertanda tadinya, semacam:

  • Tidak bisa kunyah serta memakan( disfagia)
  • Kesusahan mengganti posisi ataupun beranjak tanpa bantuan
  • Cuma tergeletak di tempat tidur yang menimbulkan rentan kepada pneumonia ataupun penyakit lain
  • Penyusutan berat badan
  • Terus menjadi tidak responsif
  • Kehabisan pengawasan badan alhasil dapat campakkan air kecil ataupun campakkan air besar dengan cara tidak disengaja
  • Tidak memahami siapapun
  • Koma sampai sangat akut kematian.

Pada langkah ini, pengidap alzheimer amat menginginkan pemeliharaan serta dorongan penuh dalam perihal apapun.

Penaksiran alzheimer

Pertanda penyakit ini bertumbuh dengan cara lama- lama dari durasi ke durasi alhasil hendak susah mendeteksinya lebih dini. Terlebih untuk beberapa besar orang, permasalahan ingatan cumalah bagian dari bertambahnya umur.

Namun ketahuilah kalau penyakit alzheimer bukan perihal yang“ wajar” terjalin dalam cara penuaan. Buat mengecek kesehatan ingatanmu, hendaknya diskusi pada dokter biasa. Dokter bisa mendiagnosis situasi itu bersumber pada:

Riwayat terkini dari situasi psikologis serta perilaku

Tidak terdapat uji tunggal buat penyakit alzheimer, buat itu dokter hendak memandang ciri serta pertanda bersumber pada riwayat kedokteran penderita bagus dari bidang psikologis ataupun raga.

Pengecekan raga serta percobaan laboratorium

Dokter hendak mencoba penyeimbang, indera, serta refleks dari penderita. Di sisi itu pula hendak dicoba uji darah ataupun kemih, CT ataupun MRI scan otak, serta skrining buat tekanan mental.

Uji neuropsikologis

Uji ini dicoba ntuk mengenali permasalahan khusus dalam guna serta sikap psikologis.

Uji kognitif

Buat mengonfirmasi penaksiran alzheimer, paling tidak penderita wajib membuktikan 2 ciri ialah kehabisan ingatan dengan cara berangsur- angsur serta kendala kognitif liberal.

Buat meninjaunya, dokter hendak memeriksa penderita dengan persoalan sekeliling informasi diri penderita, julukan posisi, wajah seorang ataupun data biasa yang lain yang sepatutnya gampang dijawab.

Uji genetik

Dalam sebagian permasalahan, uji genetik bisa jadi cocok buat mendiagnosis penyakit ini. Gen APOE- e4 diketahui bagaikan gen yang membuat penyakit alzheimer bertumbuh pada badan seorang yang berumur di atas 55 tahun.

Melaksanakan uji ini di dini bisa membuktikan mungkin seorang mengidap alzheimer ataupun tidak. Tetapi, pemakaian uji ini sedang dikira kontroversial serta hasilnya tidak seluruhnya bisa diharapkan.

Apabila kalian ataupun saudara terdekatmu membuktikan pertanda yang berpotensi pada penyakit ini konsultasikan dengan dokter secepatnya bisa jadi. Memperoleh penaksiran serta pemeliharaan secepat bisa jadi amat berarti untuk kesehatan badan.

Kemudian gimana metode menyembuhkan alzheimer?

Hingga dikala ini, belum terdapat obat buat penyakit alzheimer sebab situasi matinya sel- sel otak tidak dapat dipulangkan.

Bermacam periset di semua bumi sedang mencari ketahui pemicu, cara- cara buat menghindari, metode mengetahui lebih dini ataupun metode mengakhiri kemajuan penyakit sedemikian itu seorang mengidapnya.

Walaupun sedemikian itu, pengidap alzheimer senantiasa mempunyai sebagian opsi buat melaksanakan pemeliharaan pada langkah dini kedatangan indikasinya.

Awal merupakan dengan mengkonsumsi obat- obatan. Sebagian obat menolong mengatur ataupun menunda pertanda buat sedangkan durasi. Kedua, pengidap bisa menempuh pemeliharaan berbentuk pengurusan area.

Pengidap penyakit ini menginginkan area yang mendukung alhasil bisa kurangi tekanan pikiran serta keresahan dalam aktivitas tiap hari. Mereka pula memerlukan layanan spesial dan golongan pendukung alhasil bisa menempuh hari di sisi melawan penyakitnya.

Obat- obatan alzheimer

Tubuh Pengawas Obat serta Santapan AS( FDA) sudah membenarkan obat- obatan yang bisa menolong menata ataupun mengatur pertanda penyakit alzheimer. Obat- obatan ini dipakai pada pengidap dengan pertanda enteng sampai lagi:

  • Aricept( donepezil)
  • Exelon( rivastigmine)
  • Cognex( tacrine)
  • Razadyne( galantamine).

Keempat obat di atas, melambatkan kehancuran kimia pada sel otak. Situasi ini otomatis bisa melambatkan terbentuknya kendala kognitif. Sebaliknya obat kelima ialah Namenda( memantine), dipakai buat pengidap yang hadapi pertanda lagi sampai berat.

Gimana metode kegiatan obat buat penyakit ini?

Obat- obatan ini bisa jadi bertugas buat beberapa orang serta tidak bertugas untuk beberapa yang lain. Tetapi butuh diketahui kalau mengkonsumsi obat tidak mengakhiri kemajuan penyakit alzheimer.

Mengkonsumsi obat- obatan ini cuma hendak menunda ataupun menolong mengendalikan pertanda yang timbul, paling utama pada langkah dini penyakit.

Pemakaian obat yang diresepkan dokter bisa menolong tingkatkan fokus, atensi, keahlian kognitif, ingatan, serta keahlian komunikasi dari pengidap alzheimer.

Dampak sisi obat alzheimer

Bicarakan mengenai membela serta anti obat dengan dokter saat sebelum menyudahi menempuh pemeliharaan buat penyakit ini. Tetapi dengan cara biasa, obat- obatan bisa jadi mempunyai dampak sisi semacam:

  • Diare
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Kehabisan hasrat makan
  • Mual
  • Susah tidur.

Hubungan alzheimer dengan keresahan, tekanan mental, serta psikosis

Dikala seorang hadapi alzheimer, umumnya kendala jiwa juga timbul berarak pada orang itu. Mulai dari tekanan mental, hasutan, serta pertanda psikotik semacam benak paranoid ataupun bayang- bayang. Situasi ini bisa menimbulkan permasalahan sikap semacam:

  • Kesusahan tidur
  • Melamun
  • Berteriak- teriak
  • Mondar- mandir
  • Aktivitas raga ataupun lisan yang lain.

Menjaga pengidap alzheimer

Butuh diketahui, orang dengan penyakit ini dapat hadapi keadaan yang melukiskan penyusutan kegiatan otak. Mulai dari kurang ingat metode merespons dengan pas, frustrasi dengan keterbatasan aksi, kerap salah mengerti sampai tidak bisa berbicara.

Situasi itu menegaskan kalau pengidap penyakit ini memerlukan pengawasan spesial dalam kesehariannya. Alhasil umumnya diperlukan wujud yang spesial menjaga pengidap alzheimer.

Dalam mengalami penyusutan kegiatan otak dari pengidap penyakit ini, kalian dapat mengutip tahap non- medis semacam:

  • Menghasilkan ruangan yang hening buat pasien
  • Menjauhi keributan serta gangguan
  • Membagikan kegiatan yang mengasyikkan semacam mencermati musik
  • Tertib dalam memantau kenyamanan individu dari pasien
  • Melindungi tradisi aktivitas.

Aspek lain

Penyakit kendala otak ini pula bisa diakibatkan oleh aspek lain. Mulai dari kendala rungu, kesepian ataupun pengasingan sosial,

tekanan mental yang tidak diatasi ataupun style hidup yang tidak banyak beranjak. Buat itu, sebisa bisa jadi lakukan style hidup balance.

Penangkalan alzheimer

Pemicu tentu dari penyakit alzheimer bukanlah nyata, alhasil metode khusus buat membendungnya juga belum dikenal. Namun kalian kurangi bisa resiko terserang demensia dengan metode selanjutnya:

  • Menyudahi merokok
  • Melindungi mengkonsumsi alkohol seminimal mungkin
  • Makan santapan yang segar serta balance serta melindungi berat tubuh yang sehat
  • Senantiasa segar dengan cara raga serta mental
  • Olahraga paling tidak 150 menit tiap minggu dengan melaksanakan kegiatan aerobik
  • Membenarkan titik berat darah teratasi dengan cara teratur.

Langkah- langkah itu mempunyai khasiat buat permasalahan kesehatan yang lain, semacam merendahkan resiko penyakit kardiovaskular serta tingkatkan kesehatan psikologis. Riset merumuskan kalau dengan memodifikasi seluruh aspek resiko, seorang bisa bebas dari demensia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *