Covid 19 Naik Libur Akan Di Batalkan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan libur panjang Natal dan Tahun Baru pada Desember mendatang terancam ditiadakan terkecuali berlangsung peningkatan masalah covid-19.

Wiku mengatakan, hal ini jadi konsekuensi kalau penduduk tidak patuh pada protokol kesegaran yang membuat masalah covid-19 naik.
Lihat juga: Satgas Terbuka Bahas Opsi Tunda Libur Panjang Akhir Tahun

“Apabila penduduk tidak mematuhi protokol kesegaran supaya kasusnya meningkat, maka tersedia konsekuensi pada keputusan yang diambil oleh pemerintah tentang jaman libur akhir tahun,” kata Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/11).

Ia mengklaim bahwa keputusan libur panjang ditentukan oleh pemerintah namun tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kesegaran masyarakat, apalagi di jaman pandemi covid-19.

Jika ketekunan penduduk dalam mematuhi protokol kesegaran dirasa kurang, maka libur dan cuti bersama Natal dan Tahun Baru sanggup saja ditiadakan.

“Jadi keputusan tentang libur panjang kendati ditentukan oleh pemerintah namun prinsipnya benar-benar bergantung pada ketekunan penduduk dalam mematuhi protokol kesegaran 3M lebih-lebih di masa-masa liburan,” tutur Wiku.

Wiku juga menegaskan, apapun keputusan yang diambil pemerintah tentang libur panjang ini, merupakan usaha untuk merawat penduduk dari bisa saja tertular covid-19.

“Terlepas diberlakukan atau ditiadakan libur akhir th. ini keputusan yang diambil oleh pemerintah pasti dalam usaha untuk merawat penduduk dari potensi penularan covid-19,” imbuh Wiku.
Lihat juga: Satgas: Kasus Covid Naik 17,8 Persen, Jateng-Jabar Tertinggi

Berdasarkan revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, dan Nomor 2 Tahun 2020, tanggal 24-25 Desember jadi cuti bersama dan libur Natal, ditambah 28 Desember-31 Desember libur pengganti cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Jika ditambah bersama tanggal 1-3 Januari 2021 yang jatuh pada Jumat, Sabtu dan Minggu, maka tersedia kira-kira 11 hari libur panjang.

Libur panjang ini dikhawatirkan membuat lonjakan masalah covid-19 sebab arus mobilitas penduduk yang tinggi, padahal di jaman pandemi pergerakan orang idealnya dibatasi.

Kasus positif covid-19 diketahui meraih 483.518 per 19 November 2020 bersama 406.612 pulih dan 15.600 di antaranya meninggal dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *