Perkembangan pandemi COVID-19 berlangsung begitu cepat, penularannya meluas ke berbagai negara dalam sementara singkat. Bahkan, pandemi COVID-19 berdampak ke seluruh faktor kehidupan, baik perekonomian maupun bidang kesehatan.

Meski demikian, pandemi COVID-19 tak cuma berdampak negatif. Ada juga efek positif pandemi ini seandainya diamati berasal dari sudut pandang yang berbeda.

Bandar Taruhan

dr Ester Morina Silalahi, M. Ked (PD), SpPD FINASIM, dr Dika Iyona Sinulingga M. Ked (PD), SpPD FINASIM, dr Siti Taqwa Fitria Lubis, M. Ked (PD), SpPD FINASIM, dr Faisal Rozi Sembiring, M. Ked (PD), SpPD FINASIM, menuliskan beberapa efek COVID-19 di bidang kesegaran dalam Mitos dan Fakta Menghadapi COVID-19: Pengalaman 4 Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Dampak Negatif

1. Rumah sakit kewalahan

Para dokter spesialis berasal dari Kota Medan ini menyebutkan rumah sakit yang memelihara pasien COVID-19 kewalahan menampung pasien hingga sementara ini. Akhirnya muncul keluhan penduduk gara-gara tak mendapat layanan kesegaran yang maksimal.

“Ini berdampak pula terhadap peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19,” tahu Dika.

2. Nakes tertular

Tenaga kesegaran berisiko tinggi tertular COVID-19 kalau tidak manfaatkan APD sesuai tingkat dukungan penanganan pasien COVID-19.

3. Takut ke rumah sakit

Pasien Non-COVID-19 ikut mulai khawatir dan takut. Misalnya saja pasien lanjut usia, pasien dengan penyakit kronik seperti pasien diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru kronik, autoimun, pasien hemodialusis (cuci darah), pasien kemoterapi yang memerlukan pengobatan rutin menjadi risau singgah ke rumah sakit.

Para pasien ini risau tertular COVID-19 di rumah sakit. “Hal ini memicu pasien kronik yang biasa kontrol rutin tiap tiap bulan tidak singgah ke rumah sakit untuk mendapatkan obat bulanan supaya penyakit mereka menjadi tidak terkontrol, dan menimbulkaj keluhan lain,” tahu Dika.

3. Pasien COVID depresi

Pasien COVID-19 juga mulai cemas, risau apalagi depresi. Rasa risau ini dapat gara-gara belum tahu obatnya maupun kesepian akibat isolasi supaya tak dapat bersua keluarga secara langsung, menyesal gara-gara tak mengikuti protokol kesehatan, hingga tak percaya diri akibat muncul stigma penyakit ini adalah aib.

“Bahkan ada beberapa laporan pasien COVID-19 yang mengusahakan bunuh diri gara-gara depresi,” ujarnya.

4. Nakes juga risau dan cemas

Tenaga kesegaran (nakes) punyai tanggung jawab tidak cuma kepada pasien, namun juga kepada keluarganya. Karena tenaga kesegaran juga punyai keluarga yang perlu dilindungi.

Belum kembali banyaknya nakes yang positif dan meninggal, ini menaikkan tinggal kegalauan terhadap nakes.

“Stres juga kerap muncul gara-gara beban kerja yang berat di ruang isolasi COVID-19,” sambungnya.

5. Stigma tidak baik ke nakes

Banyak masyrakat yang memandang negatif bahwa tenaga kesegaran sebagai pembawa virus gara-gara memelihara pasien COVID-19.
2 berasal dari 4 halaman
Dampak Positif

1. Masyarakat lebih peduli

Kesadaran dan tekun penduduk terjadap pentingnya memelihara kebersihan dan mengikuti protolol kesegaran semakin meningkat.

2. Nakes lebih waspada

Timbulnya kecurigaan sesama nakes gara-gara risau saling menularkan. Ini sebenarnya baik gara-gara memicu nakes lebih waspada dan memproteksi dirinya sendiri.

3. Kehidupan nakes lebih teratur

Nakes umumnya kerja pagi hingga malam tanpa istirahat, maka sementara pandemi ini seluruh lebih banyak sementara untuk istirahat. Kehidupan lebih teratur.

“Adanya pembatasan jam kerja atau praktik memicu tenaga kesegaran lebih cukup istirahat, makan lebih tertata dan rajin berolahraga

4. Kesadaran penduduk dalam berolahraga

Kehadiran COVID-19 menaikkan kesadaran penduduk pentingnya olahraga, yang perlu diikuti dengan protokol kesegaran yang benar.

5. Ilmuwan terpacu

Para peneliti dan ilmuwan terpacu menemuka vaksin yang dapat menahan terjadinya COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *