Kelebihan Dalam Menerapkan Diet Fleksitarian – Pernahkah kamu mendengar “diet fleksitarian”? Fleksitarian sendiri merupakan paduan berasal dari kata “fleksibel” dan “vegetarian”.

Kelebihan Dalam Menerapkan Diet Fleksitarian

Artinya, diet ini didominasi makanan berasal dari product nabati, tetapi kadang diselingi bersama dengan product hewani. Tujuannya supaya kita bisa beroleh fungsi berasal dari keduanya secara seimbang.

Lantas, apa fungsi yang bisa didapat jika kita menerapkan diet fleksitarian? Tanpa berbasa-basi, IDN Poker Online temukan jawabannya di bawah ini!

Menurut Keri Gans, RDN, ahli gizi berasal dari New York, makan lebih banyak komponen nabati seperti sayuran, buah dan biji-bijian dapat membawa dampak kita kenyang bersama dengan sedikit kalori, ungkapnya di laman Everyday Health.

Selain itu, pemakan product nabati memiliki berat badan 15 % lebih sedikit berasal dari pemakan daging. Hal ini mengacu terhadap belajar berjudul “Cardio-Metabolic Benefits of Plant-Based Diets” yang diterbitkan di jurnal Nutrients terhadap th. 2017.

Penjelasannya, ini sebab diet fleksitarian halangi makanan olahan, berkalori tinggi dan lebih banyak makan berasal dari product nabati yang notabene lebih rendah kalori, sadar laman Healthline. Jika menginginkan menurunkan berat badan, coba diet fleksitarian!
2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di pertemuan American Heart Association terhadap th. 2015, mendapatkan bahwa orang yang mengikuti diet fleksitarian atau semi-vegetarian berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke, dikutip oleh laman Everyday Health.

Penelitian ini melibatkan 450.000 orang Eropa selama 10 tahun. Partisipan yang 70 % makanannya berasal berasal dari product nabati berisiko 20 % lebih rendah meninggal dunia akibat penyakit jantung dibandingkan bersama dengan mereka yang lebih banyak mengkonsumsi product hewani.

Mengapa demikian? Ini sebab diet semi-vegetarian makan lebih banyak serat dan antioksidan yang bisa meningkatkan kolesterol baik serta kurangi tekanan darah. Pelaku diet fleksitarian memiliki tekanan sistolik tujuh angka lebih rendah berasal dari pemakan daging, menurut belajar berjudul “Vegetarian Diets and Blood Pressure: a Meta-Analysis”.

3. Lebih mengenyangkan

Diet fleksitarian bisa menopang mencukupi kebutuhan serat harian kita. Menurut Keri Gans, ahli gizi berasal dari New York, meningkatkan asupan serat bisa dikerjakan bersama dengan mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Dengan asupan serat yang cukup, kita dapat jadi kenyang lebih lama, tegasnya di laman Everyday Health.

Sementara, menurut penelitian berjudul “Pulse Consumption in Canadian Adults Influences Nutrient Intakes” yang diterbitkan di British Journal of Nutrition terhadap th. 2018, mendapatkan bahwa mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti kacang kering, kacang polong, dan lentil membawa dampak kita kenyang lebih lama.
4. Mengurangi risiko diabetes

Menurut belajar berjudul “The Effect of a Vegetarian vs Conventional Hypocaloric Diabetic Diet on Thigh Adipose Tissue Distribution in Subjects with Type 2 Diabetes: A Randomized Study” yang diterbitkan di Journal of the American College of Nutrition, plant-based diet terbukti efisien kurangi risiko diabetes style 2.

Sementara, menurut belajar berjudul “Type of Vegetarian Diet, Body Weight, and Prevalence of Type 2 Diabetes” yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care, mendapatkan bahwa pelaku diet fleksitarian memiliki risiko diabetes style 2 lebih rendah berasal dari non-vegetarian. Sebab, diet fleksitarian condong hindari makanan olahan bersama dengan pemanis buatan.

5. Bisa mencegah kanker

Apa keterkaitan diet fleksitarian dan pencegahan kanker? Menurut belajar berjudul “Vegetarian Dietary Patterns and the Risk of Colorectal Cancers” yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine terhadap th. 2015, mendapatkan bahwa pelaku diet semi-vegetarian berisiko 8 % lebih kecil terkena kanker kolorektal dibanding orang berasal dari kalangan non-vegetarian.

Studi ini melibatkan 78.000 orang selama tujuh tahun. Sebab, diet fleksitarian lebih banyak mengkonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian yang mempunyai kandungan antioksidan. Sifat antioksidan adalah mencegah kanker, tutur laman Healthline.
6. Memperpanjang usia

Mengonsumsi benar-benar banyak daging merah ternyata berkorelasi bersama dengan tingginya tingkat mortalitas (kematian). Hal ini ditegaskan di dalam belajar berjudul “Meat Intake and Mortality: a Prospective Study of Over Half a Million People” yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine terhadap th. 2010.

Riset itu melibatkan 500 ribu orang. Ditemukan bahwa mengkonsumsi daging merah dan olahan berkaitan bersama dengan peningkatan angka kematian.

Sebab, daging merah berkorelasi bersama dengan kematian akibat kanker dan penyakit jantung. Studi lain menyebut bahwa diet fleksitarian terbukti meningkatkan usia 3,6 th. lebih lama berasal dari pemakan daging, sadar laman Everyday Health.

7. Baik bagi lingkungan

Terakhir, menjalani diet fleksitarian ternyata menopang bumi lebih hijau! Bagaimana bisa? Menurut Sharon Palmer, RDN di laman Everyday Health, makan product berbasis nabati seperti sayuran, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan dapat menopang kurangi jejak karbon. Mengapa demikian?

Sebab, industri peternakan adalah penghasil gas tempat tinggal kaca terbesar ketiga sesudah transportasi dan bahan bakar fosil. Sementara, menurut laman Healthline, mengkonsumsi daging yang lebih sedikit bisa kurangi emisi gas tempat tinggal kaca dan kurangi pemakaian lahan dan air.

Nah, itulah fungsi yang bisa didapatkan berasal dari diet fleksitarian. Apakah kamu menginginkan mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *