Kesehatan di Indonesia Masih Minim Ungkap Kemendikbud

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nizam jadi pembicara dalam acara Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) ke-16 secara virtual. Dalam orasi ilmiahnya, Nizam berbicara soal kontribusi hingga suasana tenaga kesehatan yang tidak merata di depan mahasiswa kedokteran.

Di hadapan mahasiswa, Nizam mengaku, tiap-tiap tahunnya terkandung lebih berasal dari 13 ribu dokter muda yang sukses lulus di bermacam universitas se-Indonesia. Namun sayangnya, penyebaran tenaga kesehatan tersebut dinilai tidak seimbang dengan suasana di pelosok negeri.

“Di pelosok tanah air seperti di Sulawesi, Maluku, Papua, ini terlampau mencemaskan kesehatan secara nasional dikarenakan kekurangan tenaga medis,” ujar Nizam dalam zoom meeting Dies Natalis Unisba ke-16, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut, suasana tersebut diperparah dengan tidak ada pengajuan Fakultas Kedokteran di tempat pedalaman. Menurutnya pengajuan singgah berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan sekitarnya

“Saat ini Kemdikbud banyak keinginan izin untuk mengakses fakultas baru lebih-lebih di kota-kota besar. Tidak tersedia yang dambakan mengakses di pedalaman, padahal stimulus kedokteran adalah untuk kemanusiaan, mendukung kesehatan penduduk dan berhubungan dengan nyawa manusia,” tuturnya.

“Ini jadi persoalan kami bersama dan tetap konsisten kami upayakan,” malah Nizam.

Di sisi lain, Nizam termasuk mengapresiasi mahasiswa bidang kesehatan lebih-lebih kedokteran yang dinilainya banyak mengambil alih peran dalam penanganan pandemi COVID-19. Kata dia, pada pembukaan relawan komunikasi, Info dan edukasi (KIE) Maret 2020 lalu, mahasiswa terlampau berantusias jadi relawan.

“Di era pandemi ini kami melihat mahasiswa kedokteran terlampau tinggi perannya. Satu minggu setelah surat edaran perihal belajar berasal dari rumah, Dirjen Dikti memobilisasi pendidikan kedokteran untuk bersama mengantisipasi COVID-19. Dalam kala tiga hari lebih berasal dari 15 ribu mahasiswa bidang kesehatan. Ini merupakan satu hal yang luar biasa dan mengharukan,” ujarnya.

Dia menuturkan, dalam kala tiga hari ditunaikan pelatihan penuh secara daring dengan bimbingan berasal dari WHO, Kemenkes, dan dokter spesialis KIE untuk jalankan tracing dan menambahkan Info yang tepat bagi penduduk perihal pandemi COVID-19. “Relawan ini jadi ruang referensi dan ruang bertemu penduduk soal pandemi,” katanya.

Hingga kala ini, aktivitas relawan KIE tersebut tetap terjadi supaya diharapkan terkandung pemerataan Info kesehatan kepada penduduk melalui mahasiswa-mahasiswa kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *