Saat mengalami penyakit lidah yang satu ini saja, rasanya sudah sangat tidak nyaman, apalagi jika gangguan yang terjadi lebih parah dari ini.Karena itu, Anda perlu mengenali berbagai jenis penyakit lidah, agar ke depannya bisa lebih waspada. Selain itu, mengenali penyebab penyakit lidah juga akan membantu Anda menentukan perawatan yang paling sesuai.
Jenis penyakit lidah yang menyebabkan lidah berwarna putih
Salah satu jenis penyakit lidah yang sering terjadi, adalah munculnya area keputihan di lidah. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit, seperti:

Leukoplakia:
Leukoplakia bisa menyebabkan sel yang ada di rongga mulut tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini membuat area di rongga mulut, termasuk lidah tertutupi oleh area berawarna putih.Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun pada kasus tertentu, leukoplakia juga bisa menjadi gejala awal kanker mulut. Biasanya, leukoplakia muncul pada individu dengan kebiasaan merokok atau baru saja mengalami iritasi lidah.
Infeksi jamur:
Penyakit lidah selanjutnya adalah infeksi jamur di mulut atau yang juga disebut sebagai kandidiasis. Jamur yang tumbuh berlebihan di lidahlah yang menyebabkan munculnya warna putih pada permukaan lidah. Kondisi ini dapat muncul pada penderita diabetes, individu dengan sistem imun lemah, penggunaan antibiotik, maupun pengguna gigi palsu yang tidak pernah membersihkan gigi palsu dengan bersih.
Lichen planus oral:
Lichen planus oral akan membuat lidah terlihat seperti memiliki garis-garis putih di permukaannya. Penyebab kondisi ini belum terlalu jelas dan dapat reda dengan sendirinya.Anda juga dapat melakukan beberapa hal yang bisa membantu mengatasi kondisi ini seperti menghentikan kebiasaan merokok, menjaga kebersihan rongga mulut, dan mengurangi konsumsi makanan yang bisa mengiritasi lidah.

Jenis penyakit lidah yang menyebabkan lidah berwarna merah
Lidah kita memang berwarna merah. Namun, warna lidah yang normal cenderung merah muda. Apabila lidah berawarna merah terang, maka kemungkinan penyakit lidah sedang menyerang. Berikut ini jenis-jenisnya.

Kekurangan vitamin:
Kekurangan vitamin B12 dan asam folat di tubuh, bisa membuat lidah terlihat lebih merah dari yang seharusnya.
Lidah geografik:
Sesuai namanya, lidah geografik membuat lidah terlihat memiliki pulau-pulau kecil di permukaannya. Kondisi ini juga bisa disebut sebagai glositis migratori ringan. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, jika kondisi ini tak kunjung hilang dalam waktu dua minggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi.
Demam scarlet:
Demam scarlet memiliki gejala yang sangat khas, yaitu lidah stroberi. Artinya, lidah terlihat kemerahan dengan muncul bintik-bintik putih kekuningan di permukaannya. Segera hubungi dokter apabila lidah Anda mengalami kemerahan yang disertain demam.
Sindrom Kawasaki:
Kondisi ini biasanya muncul pada anak yang berusia di bawah 5 tahun. Sindrom Kawasaki bisa memengaruhi pembuluh darah di tubuh dan membuat lidah juga terlihat seperti stroberi. Selain di lidah, gejala sindrom penyakit Kawasaki juga bisa muncul di tangan dan di kaki, berupa pembengkakan.

Jenis penyakit lidah yang menyebabkan lidah berwarna hitam dan berambut
Salah satu penyakit lidah yang mungkin terdengar aneh dan menyeramkan adalah lidah berambut. Ya, papila, atau bintik-bintik yang secara normal ada di lidah, bisa tumbuh secara berlebihan, dan menyebabkan bakteri jadi lebih mudah tersangkut di lidah.Saat bakteri tersebut tumbuh, akan terlihat warna cokelat kehitaman di lidah dan membuat papila yang tumbuh panjang tersebut, terlihat seperti rambut. Kondisi ini sangat jarang terjadi dan biasanya muncul pada orang-orang yang kebersihan mulutnya sangat buruk.Lidah berambut juga bisa muncul pada penderita diabetes, orang yang mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama, dan pasien yang sedang menjalani kemoterapi.
Jenis penyakit lidah dan kondisi penyebab nyeri dan benjolan
Penyakit lidah tidak melulu membuat lidah berubah warna. Sebab, bisa saja lidah “hanya” terasa sakit dan memiliki benjolan di permukaannya. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya.

Mengalami benturan:
Tidak sengaja tergigit atau terbentur sesuatu, bisa membuat lidah terasa sakit. Hal ini juga bisa terjadi pada orang yang punya kebiasaan menggertakkan giginya saat tidur atau bruxism.
Memiliki kebiasaan merokok:
Merokok tidak hanya bisa merusak paru-paru, tapi juga lidah. Kebiasaan ini bisa membuat lidah iritasi dan terasa nyeri.
Sariawan:
Sariawan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari stres hingga naik turunnya hormon saat menstruasi. Kondisi ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, dalam waktu satu atau dua minggu.
Kanker lidah:
Kanker lidah dianggap sebagai salah satu jenis penyakit lidah yang paling parah. Kanker mulut, pada awal kemunculannya, memiliki ciri serupa sariawan, tapi tidak kunjung hilang dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga
Gejala Kanker Lidah Mirip Sariawan, Apa yang Membedakan?Manfaat Batu Tawas, Atasi Bau Ketiak Hingga Kutu Air
Kapan penyakit lidah harus diperiksakan ke dokter?
Apabila sakit di lidah yang Anda alami cukup parah, tidak jelas penyebabnya, dan tidak kunjung membaik, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengobati kondisi ini. Penyakit lidah juga sebaiknya diperiksakan ke dokter apabila:

Muncul luka atau sariawan yang lebih besar dari yang sebelumnya
Sariawan terus-menerus muncul
Lidah terus terasa sakit
Kondisi tidak kunjung membaik dalam waktu dua minggu.
Rasa sakit di lidah tidak kunjung membaik meski sudah menggunakan obat pereda nyeri
Munculnya penyakit lidah disertai dengan demam
Gangguan di lidah menyebabkan Anda sulit makan dan minum

Setelah mengenal berbagai jenis penyakit lidah, kesadaran akan kesehatan organ yang satu ini diharapkan dapat meningkat. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan lidah dengan rutin membersihkan lidah setelah sikat gigi menggunakan alat pembersih lidah atau sikat gigi berbulu lembut.Anda juga disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali untuk mencegah penyakit lidah maupun kondisi lain yang berhubungan dengan gigi. Berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *