Sedang Populer, Penggunaan Tali Masker Dinilai Berbahaya

Sedang Populer, Penggunaan Tali Masker Dinilai Berbahaya

Pemakaian strap mask atau tali masker tampaknya tengah kondang di masyarakat. Selain jadi anggota dari fesyen, tali masker terhitung diakui mempermudah pemakaian masker pas beraktivitas.
Saat kudu terhubung masker, pengguna mampu lumayan menggantungkan maskernya di leher dengan bantuan tali tersebut.
Bandar Taruhan
Meski keluar modis, namun ternyata pemakaian tali masker tak semuanya bermanfaat. Alih-alih mempermudah, pemakaian tali justru berisiko menularkan virus.

“Justru berbahaya, karena lapisan luar yang terjalin dengan hawa luar jadi mampu terkena kulit atau terpegang oleh tangan. Terus, nanti tangan menyentuh mata hidung,” ujar dokter spesialis paru-paru, Erlang Samoedro, terhadap CNNIndonesia.com, Rabu (24/1).

Dengan kronologis sedemikian rupa, pemakaian tali masker justru dapat meningkatkan atau sebabkan risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

Hal yang serupa terhitung diungkapkan oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting. “Sebenarnya, anggota di dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain, kecuali dengan anggota tubuh,” kata dia, di dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, lebih dari satu pas lalu.

Saat digantung, masker dapat tentang pakaian, yang mampu jadi terkontaminasi virus. Padahal, peraturan yang benar adalah bahwa masker tak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali anggota tubuh.

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya amat kerap dilepas-pasang. Pasalnya, amat bisa saja ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena anggota terkontaminasi dapat menularkan virus ke hidung atau mata pas menyentuh wajah.

“Naik turunnya masker itu yang kami khawatirkan, terutama kecuali jari-jari kami menyentuh anggota luar masker,” kata Alexander.

Ganti Masker
Di tengah aktivitas sehari-hari yang tetap berlangsung seperti biasa, rasanya tak bisa saja kecuali seseorang mampu tetap menerus mengfungsikan masker. Seseorang selalu kudu melewatkan masker, bila saja pas makan terhadap jam istirahat kerja.

Untuk mengatasi perihal tersebut, alih-alih mengfungsikan tali masker, Erlang menyarankan penduduk untuk selalu mempersiapkan lebih dari satu masker pas beraktivitas di luar rumah. “Saat aktivitas, sebaiknya miliki lebih dari satu masker,” kata dia.

Daripada menggantung masker selanjutnya memakainya kembali, sebaiknya ubah saja masker yang digunakan. Terlebih, Erlang melanjutkan, masker yang basah, baik terkena air liur atau cairan keringat, kudu diganti.

Kunjungi Juga : Info Kesehatan

“Masker yang udah basah tidak mampu berguna dengan baik,” kata Erlang.

Erlang mengatakan, masker sebaiknya dipakai tidak lebih dari delapan jam. Lebih dari delapan jam, masker kudu diganti.

Anda terhitung selalu direkomendasikan mengganti masker pas masker udah mulai basah meski belum habis delapan jam penggunaan.

“Iya, [kalau udah basah] kudu diganti, dan maksimal pemakaian [masker] sebaiknya tidak lebih dari delapan jam,” pungkas Erlang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *