Terdapat banyak wujud kecemburuan yang bisa diekspresikan Sang Abang kepada adik yang terkini lahir, misalnya marah tanpa pemicu yang nyata, memohon seluruh perihal yang diserahkan pada adik, melontarkan serta mengganggu benda, ataupun apalagi mengusik serta melukai adik.

Biar Abang Tidak Dengki pada Adik Barunya, Lakukan Panduan ini!

Perasaan dengki ini sesungguhnya terkategori alami, kenapa. Tetapi, bukan berarti Ibu dapat bungkam saja serta membiarkan Sang Abang berlagak semacam itu, betul. Rasa dengki semacam ini dikhawatirkan membuat ikatan Sang Abang dengan adik serta Ibu jadi tidak serasi serta mengusik kemajuan sosial serta penuh emosi mereka.

Panduan Menghindari Rasa Dengki Abang pada Adik Baru

Buat menghindari akibat minus dari kecemburuan abang pada adiknya, Ibu butuh melaksanakan penangkalan secepat bisa jadi. Cara- cara ini telah dapat Ibu jalani dikala adik sedang terdapat di dalam isi, loh.

Selanjutnya ini merupakan panduan menghindari rasa dengki abang pada adik terkini lahir yang dapat Ibu lakukan:

1. Kasih ketahui bila hendak terdapat badan keluarga baru

Buat menghindari rasa dengki dikala si adik lahir, metode awal yang dapat Ibu jalani merupakan berikan ketahui Sang Abang kalau hendak terdapat badan keluarga terkini di rumah. Arahkan tangannya ke perut Ibu sembari berkata kalau di dalamnya saat ini telah terdapat adik anak yang nanti dapat dibawa main.

Tuturkan pula padanya jika beliau hendak jadi seseorang abang. Ibu serta badan keluarga yang lain pula dapat membuat panggilan terkini untuknya, misalnya Abang ataupun Kakak, buat meningkatkan kedewasaannya serta rasa tanggung jawab bagaikan anak yang lebih berumur.

Bila Sang Abang sedang berumur di dasar 2 tahun, umumnya beliau sedang belum paham maksudnya mempunyai seseorang kerabat. Buat memberitahunya, Ibu dapat membuktikan novel berfoto badan keluarga serta menarangkan dengan bahasa simpel ataupun membacakan novel narasi sekeliling ikatan abang serta adik.

2. Ajarkan Sang Abang buat mencintai adiknya

Ibu telah dapat mengarahkan Sang Abang metode mencintai adik semenjak sedang terletak di dalam perut. Ajaklah beliau buat kerap bersenandung ataupun berdialog pada anak dalam isi, dan mengesun serta membelai- belai perut Ibu. Tuturkan padanya kalau bila seseorang abang wajib mencintai, melindungi, serta mencegah adiknya.

Ajarkan pula Sang Abang metode memandang adiknya sehabis lahir esok, semacam membelai- belai kepalanya dengan halus, mengesun pipinya, ataupun mengambilkan popok. Tuturkan padanya kalau metode ini hendak membuat si adik jadi hening.

Bagikan aplaus tiap kali beliau bersikap bagus dengan si adik. Lontarkanlah perkataan semacam,“ Kalian merupakan abang yang bagus, Cinta. Ibu besar hati serupa kalian.” Dengan sedemikian itu, beliau hendak merasa kalau perihal yang dicoba telah pas serta merasa dirinya bernilai.

3. Mengaitkan Sang Abang dalam momen kehamilan

Mengaitkan Sang Abang dalam momen kehamilan dapat menghindari timbulnya rasa dengki, loh. Ajaklah Sang Abang buat turut dan kala Ibu mengecek kehamilan supaya beliau dapat memandang wajah si adik semenjak sedang di dalam isi. Perihal ini pasti dapat jadi momen yang mengasyikkan untuknya.

Ibu pula dapat mengaitkan Sang Abang dalam menyiapkan kebutuhan si adik, misalnya dikala memilah mainan, busana, ataupun perkakas anak terkini lahir yang lain. Tidak hanya itu, Ibu pula dapat memohon beliau buat menemani Ibu dikala melaksanakan berolahraga kehamilan.

4. Senantiasa melaksanakan tradisi bersama Sang Abang semacam biasa

Kala berbadan dua ataupun si adik telah lahir, pastinya tradisi Ibu hendak berganti serta jadi lebih padat jadwal. Tetapi, upayakan buat tidak membuat pergantian ekstrem pada tradisi Ibu serta Sang Abang, betul.

Tetaplah melaksanakan kegiatan yang lazim dicoba bersama Sang Abang, semacam mengajarinya membaca ataupun menulis, menyaksikan kegiatan tv kesukaan, membacakan dongeng saat sebelum tidur, ataupun bercocok tanam. Dengan sedemikian itu, Sang Abang tidak hendak merasa disisihkan serta dibiarkan.

Menyiapkan kehadiran anak terkini memanglah berarti. Tetapi, membuat kepribadian seseorang abang pada anak tadinya juga tidak takluk berartinya, Bun. Dengan mencermati ini, anak dapat bebas dari rasa dengki serta jadi wujud abang yang bagus buat adiknya.

Membagikan atensi pada 2 anak dalam durasi yang berbarengan memanglah menginginkan ketabahan. Tetapi, butuh diketahui, ini bukan kewajiban Ibu saja. Yakinkan badan keluarga lain pula tidak kurang ingat buat melimpahkan atensi serta kasih cinta pada Sang Abang, terlebih kala Ibu lagi padat jadwal dengan Sang Kecil yang terkini lahir.

Apabila Ibu merasakan terdapatnya perbandingan tindakan yang ekstrem pada Sang Abang semenjak adiknya lahir, misalnya sulit tidur, menyangkal makan, ataupun jadi senang berasing, janganlah ragu buat memohon anjuran pada psikolog ataupun dokter, betul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *